Home / Uncategorized / Eksplorasi Material Berkelanjutan : Mahasiswa Arsitektur ITB Teliti Proyek Blockwood Akasia

Eksplorasi Material Berkelanjutan : Mahasiswa Arsitektur ITB Teliti Proyek Blockwood Akasia

12 Okt 2023

Mahasiswa S2 Arsitektur ITB melakukan penelitian lapangan terhadap proyek Blockwood — sebuah inisiatif arsitektur modular berbasis kayu yang menonjolkan prinsip keberlanjutan. Melalui kunjungan langsung ke lokasi pembangunan, mereka menggali potensi material kayu dalam inovasi arsitektur modern. Penelitian lapangan ini berawal dari mata kuliah Material Berkelanjutan di Program Studi Arsitektur ITB. Faran Ramadan dan Eno, dua mahasiswa S2 yang terlibat dalam proyek ini, mengungkapkan ketertarikan mereka terhadap inovasi material ramah lingkungan.

> “Awalnya kami tertarik karena di kelas membahas soal material berkelanjutan. Apalagi dosen kami juga terlibat langsung sebagai pelopor pengembangan proyek Blockwood,” ujar Faran.

Bagi mereka, penelitian ini bukan sekadar tugas akademik, tetapi juga kesempatan untuk memahami potensi nyata penerapan material kayu dalam arsitektur berkelanjutan. Blockwood dikenal dengan sistem konstruksi modularnya. Ukurannya yang relatif kecil membuatnya mudah diterapkan di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau. Selain itu, penggunaan kayu sebagai bahan utama menjadi nilai tambah dalam konteks keberlanjutan.

> “Materialnya unik karena berbasis kayu. Modular, fleksibel, dan tentu saja berkelanjutan,” kata Eno.

Kayu sebagai bahan konstruksi dianggap mampu menjadi solusi di tengah isu emisi karbon dan penggunaan material berat seperti beton. Kedua mahasiswa ini juga menyoroti tantangan persepsi masyarakat terhadap penggunaan kayu di zaman modern. Selama ini, banyak arsitek maupun masyarakat masih menganggap kayu sebagai material konvensional atau kurang tahan lama.

> “Padahal, kita sebenarnya sudah tahu kalau kayu itu lebih berkelanjutan. Cuma belum kebayang aja bagaimana kayu bisa dimanfaatkan secara modern,” ungkap Faran.

Dari hasil pengamatan awal, mereka melihat bahwa pengembangan Blockwood bisa diarahkan tidak hanya ke aspek teknis, tetapi juga strategi komunikasi dan pemasaran. Edukasi publik menjadi kunci agar masyarakat lebih yakin menggunakan material berkelanjutan.

> “Kalau saya jadi Blockwood, saya akan berusaha memasarkan konsep ini sebagai solusi rumah berkelanjutan,” tambah Eno.

Melalui riset lapangan ini, mahasiswa arsitektur ITB berupaya menjembatani dunia akademik dan praktik nyata. Blockwood menjadi contoh bagaimana inovasi lokal dapat menginspirasi gerakan arsitektur hijau di Indonesia berbasis material kayu, modularitas, dan semangat keberlanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *