Dalam sebuah sesi diskusi santai, Hidayat Amir, S.T. berbagi pandangannya mengenai penerapan parametric design dalam sistem rumah kayu modular. Ia menjelaskan bahwa pendekatan desain parametrik memungkinkan proses perancangan menjadi lebih fleksibel dan efisien, karena setiap elemen desain dapat disesuaikan dengan mudah berdasarkan parameter tertentu — seperti ukuran, bentuk, tinggi bangunan, hingga sudut atap. Konsep ini membuka peluang besar dalam dunia arsitektur modular, karena sistem parametrik dapat menghasilkan variasi bentuk seperti segi empat, L-shape, T-shape, hingga bentuk pelana dan perisai hanya dengan menyesuaikan data input desain. Selain meningkatkan efisiensi gambar kerja, metode ini juga mendukung proses prefabrikasi yang lebih cepat dan presisi.
Hidayat juga menekankan pentingnya aspek sambungan dan kekuatan struktur, terutama untuk memastikan stabilitas dan daya tahan bangunan kayu. Menurutnya, sambungan yang baik akan menentukan seberapa kuat modul dapat menahan beban tanpa mengalami deformasi. Lebih lanjut, beliau menyoroti potensi besar rumah modular berbasis kayu sebagai solusi hunian tahan gempa dan ramah lingkungan, yang dapat diproduksi di satu tempat dan dipasang di lokasi bencana dengan cepat. Diskusi ini menjadi refleksi menarik bahwa kolaborasi antara teknologi parametrik dan sistem modular kayu bukan hanya memperkaya sisi arsitektur, tetapi juga menjanjikan solusi nyata untuk masa depan pembangunan yang adaptif dan berkelanjutan.






